Jumat, 24 Januari 2014

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin


Kau membunuh setiap pucuk perasaan itu. Tumbuh satu langsung kau pangkas. Barsemai satu langsung kau injak. Menyeruak satu langsung kau cabut tanpa ampun. Kau tak pernah memberikan kesempatan. Karena itu tak mungkin bagimu, kau malu mengakuinya walaupun kau sedang sendiri. Dan kini, tunas-tunas perasaanmu tak bisa kau pangkas lagi. Semakin kau tikam dia tumbuh dua kali lipatnya, semakin kau injak helai daun barunya semakin banyak. Dan, kau bahkan memutuskan untuk menyiram mati hingga ke akar-akarnya perasaan itu, membakarnya. Kau membunuh perasaan itu seketika tanpa ampun saat pertama kali bersemi.

Orang yang memendam perasaannya sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian di sekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata mana simpul yang dusta.

Minggu, 12 Agustus 2012

ZAKAT FITRAH

Zakat diambil dari kata zakkaa, yuzakkii yang berarti membersihkan dalam hal ini adalah harta benda. Menurut istilah agama islam zakat adalah mengeluarkan sebagian harta atau bahan makanan pokok menurut ketentuan dan ukuran yang ditentukan oleh syari’at Agama Islam. Bagi orang muslim zakat adalah kewajiban pribadi (fardlu ain) dan termasuk rukun islam yang ke 4.

Zakat fitrah disebut juga "zakat an-nafs" artinya zakat untuk mensucikan jiwa dengan mengeluarkan sebagian bahan makanan pokok menurut ukuran yang ditentukan oleh syara' setiap akhir bulan ramadhan.

Bagi setiap muslim yang melihat matahari terbenam di akhir bulan Ramadhan atau mendapati awal bulan syawal, maka wajib baginya untuk membayar zakat fitrahuntuk dirinya dan yang ditanggung dengan syarat bahwa ada kelebihan makanan dari makanan yang sederhana pada hari raya Idul Fitri.

Kapan waktu membayar zakat fitrah? Sebagian ulama’ berpendapat bahwa untuk membayar zakat fitrah ada 5 macam:
1. Waktu jawaz (boleh) : sejak awal Ramadhan
2. Waktu Wajib : bila matahari telah terbenam di akhir Ramadhan
3. Waktu Afdhal (utama): Sebelum kaum muslimin keluar untuk melaksanakan shalat hari raya idul fitri
4. Waktu Makruh: setelah selesai shalat hari raya idul fitri
5. Waktu Haram: sesudah hari raya (satu hari setelah hari raya)

Siapakah yang berhak menerima zakat?
Dalam Al Qur’an QS At Taubah 60: Allah berfirman:
“Hanya sedekah-sedekah itu (zakat) diberikan kepada fakir miskin, orang yang bekerja mengurus zakat (amil), orang-orang yang hatinya mulai terpau dengan islam (muallaf), budak-budak, orang-orang yang berhutang, orang-orang yang di jalan Allah, serta kepada orang-orang yang dalam perjalanan.”

Orang yang tidak wajib dibayarkan zakat fitrah:
1. Istri yang durhaka; maka gugur kewajiban suaminya untuk menafkahinya
2. Istri yang kaya
3. Anak yang kaya, karena mampu bayar sendiri, namun boleh juga orang tuanya mengeluarkan baginya zakat fitrah
4. Anak yang sudah besar (mampu menafkahi diri sendiru atau sudah berusaha)
5. Budah yang kafir
6. Murtad (keluar dari Islam)

Siapakah yang tidak boleh menerima zakat fitrah?
1. orang yang kaya harta benda dan uang
2. Budak (selain budak mukatab). Budak Mukatab yaitu budak yang bisa merdeka dengan syarat tertentu, adapun budak qin adalah budak asli: seluruh hidup dan tubuhnya melekat nama budak; budak mudabbir: bisa merdeka setelah tuannya meninggal
3. Bani Muthalib
4. Bani Hasyim
5. Orang Kafir
6. Orang kuat untuk berusaha
7. Nabi Muhammad SAW


Selain itu, zakat fitri merupakan penyempurna dari puasa Ramadhan. Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah saw mewajibkan zakat fitri untuk menjadi pembersih bagi orang yang berpuasa dari segala perbuatan yang sia-sia dan kotor serta untuk berbagi dengan kalangan fakir miskin. (HR Abu Daud).


Rabu, 11 Juli 2012

PERMATA TERINDAH


Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuhuh...

Isteri adalah tempat penenang bagi suami, tempat tambatan hatinya, tempat menumpahkan rahasianya dan mengadukan nasibnya, tempat menyemaikan benihnya, pendamping hidupnya, serta pengatur rumah tangganya, ibu dari anak-anaknya.

Ia merupakan tiang rumah tangga yang teramat penting, karena ia menjadi sarana memuliakan anak-anak, karena ia menjadi tempat belajar anak-anaknya, tempat mereka mendapatkan warisan berbagai nilai dan sifat-sifat, tempat anak-anak membentuk emosinya, memperoleh pendidikan bakatnya dan bahasanya, tempat memperoleh banyak adat dan tradisinya, mengenal agamanya dan tempat memperoleh latihan bermasyarakat.

Dengan kondisi seperti inilah, Islam menganjurkan agar seyogyanya memilih isteri yang shalehah dan menyatakannya sebagai perhiasan yang terbaik yang sepatutnya dicari dan diusahakan mendapatkannya dengan sungguh-sungguh.

Isteri Shalehah adalah seorang perempuan yang hidup mematuhi agama dengan baik, bersikap luhur, memperhatikan hak-hak suaminya dan memelihara anak-anaknya dengan baik. Sifat-sifat isteri seperti inilah yang sepatutnya diperhatikan oleh laki-laki. Adapun sifat-sifat duniawi yang tidak mempunyai nilai baik, luhur dan utama, Islam memperingatkannya dan menyuruh menjauhinya.

Memang kebanyakan laki-laki menyenangi perempuan yang berharta, cantik menarik, berkedudukan, bernasab tinggi atau nenek moyangnya terpandang tanpa memperhatikan lagi keluhuran akhlaknya dan baik buruknya pendidikannya.

Sehingga perkawinannya hanya menghasilkan kepahitan dan berakhir dengan malapetaka dan kerugian. Rasulullah Saw. memberikan peringatan kepada kita semua: 
“Barang siapa menikah dengan perempuan karena hartanya, maka Allah Swt. akan menjadikannya fakir. Barangsiapa menikah dengan perempuan karena keturunannya, maka Allah Swt. akan menghinakannya. Tetapi barangsiapa menikah dengan perempuan agar lebih dapat menundukkan pandangannya, membentengi nafsunya atau untuk menyambung tali silaturahim, maka Allah Swt., tentu akan memberikan barakah kepadanya dengan perempuan itu dan kepada perempuan itu diberikan barokah karenanya.”

Tujuan peringatan ini adalah agar dalam perkawinan, tujuan utamanya janganlah kita mencari kepentingan-kepentingan duniawi semata-mata yang tidak akan membuahkan hasil baik dan tidak berguna bagi pelakunya. Tetapi yang wajib diperhatikan lebih dahulu adalah persyaratan keagamaannya, karena dengan agama itulah akal dan jiwa akan dapat terpimpin. Perempuan pecinta adalah perempuan yang cinta dan senang kepada suaminya dan mau bekerja keras demi keridhaan hati suaminya.


Bagaimana seorang gadis itu dikatakan menjadi isteri shalehah?

Rasulullah Saw. memberikan gambaran yang artinya: 
“Sebaik-baik perempuan adalah jika kau lihat menyenangkan, jika kau perintah ia mematuhi, jika kau beri janji ia terima dengan baik dan bila kau pergi, dirinya dan hartanya dijaganya dengan baik.” (HR. Imam Nasa’i)


Kenapa kita diperintahkan mencari isteri yang shalihah?
Isteri shalihah bagi laki-laki merupakan perbendaharaan yang terbaik. Imam Tirmizi dan Ibn Majah meriwayatkan dari Tsauban, katanya ketika turun ayat:
“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.” (Qs. At-Taubah: 34)



Ketika kami bersama Rasulullah Saw. dalam salah satu perjalanan lalu sebagian sahabat ada yang menyahut: telah ada ayat yang turun tentang emas dan perak. Dan andaikata kami tahu ada yang lain yang lebih baik, tentu kami akan menyimpannya. Maka Rasulullah Saw. bersabda: 
“Hendaklah seseorang di antara kalian mengambil hati yang bersyukur, lisan yang penuh dzikir, dan isteri yang beriman yang menolong orang itu menggapai akhirat” (HR. Ibnu Majah, no. 1846)

Sedangkan Syeikh Thabrany meriwayatkan hadis dari Ibn Abbas, yang artinya : ”Ada empat perkara, siapa yang memilikinya berarti mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat, yaitu hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir, sabar diwaktu sakit dan isteri yang mau dikawini bukan karena mau menjerumuskannya ke dalam kemaksiatan dan menginginkan hartanya.”


#Copas from 
http://muhasabahh.blogspot.com/2011/07/permata-terindah.html

Minggu, 24 Juni 2012

‎"UNTUK CALON SUAMIKU YANG TELAH TERTULIS"

Dengan niat ibadah semata-mata mencari Ridha_Nya,ijinkan aku mengungkapkan ketulusan hatiku,Kelak disaat aku sudah menjadi hakmu :

Ketika sebagai isterimu aku telah melalaikan kewajibanku dalam bertakwa kepada Allah Azza Wa Jalla,Maka ingatkanlah.


Ketika sebagai isterimu aku telah melalaikan kewajibanku dalam rumah tangga,Maka tegurlah.

Ketika sebagai isterimu aku telah berani membantah perintahmu,Maka lunakkanlah.

Ketika sebagai isterimu aku telah banyak menuntut harta dunia,Maka ingatkanlah tentang akhirat.

Ketika sebagai isterimu aku telah banyak berbuat salah,Maka perbaikilah.

Ketika sebagai isterimu aku telah banyak kufur atas pemberianmu,Maka ajarkanlah bersyukur.

Ketika sebagai isterimu aku telah banyak keluar rumah tanpa ijinmu,Maka jadikanlah rumah sebagai surga kita.

Ketika sebagai isterimu aku telah mulai tidak setia,Maka sayangilah dengan hatimu.

Ketika sebagai isterimu aku telah banyak khilaf,Maka tuntunlah ke jalan yang benar.

Aku tak mau hubungan halal kita akan menjerumuskanku ke jurang murka_Nya.

Aku hanya ingin patuh dan taat kepada Allah Azza Wa Jalla dan suami.

Aku hanya ingin mengabdi dengan sepenuh ketulusan hati hanya kepadamu,Bukan kepada yang lain.

Aku ingin engkau selalu menasehatiku,membimbingku,menuntunku ke jalan yang di ridhaimu.Yang akan membawaku menuju Ridha_Nya.Menggapai Jannah_Nya...Aamiin ya Rabbal'alamin..

Kamis, 24 Mei 2012

YA RABB,,, Peluklah Aku Dalam Penantian Ini


Bismillahirrahmanirrahiim

Ya Allah. . 
Peluklah hati ini disaat aku mulai gelisah dalam penantian ini.
Terkadang hatiku merasa rindu pada dia, insan yang ku cintai dalam diamku.
Ya Rabb. .
Biarlah ku simpan dalam setiap doa-doa dalam istikharahku kepada-Mu agar kelak Engkau satukan kami yang akan bertaut dan bersemi indah karena ridha-Mu.

Ya Rabb. . 
Tuntunlah hati hamba agar hanya mau menerima cinta seorang insan yang benar-benar pilihan-Mu bukan pilihan nafsuku.
Ya Rabb. .
Bila dia memang baik untukku, agamaku, bisa membimbing dan membawaku lebih dekat pada-Mu, maka dekatkanlah diriku dengan nya, satukanlah kami dalam pernikahan yang sakinah mawwadah wa rahmah.
Tetapi seandainya dia bukan yang terbaik untukku, jangan biarkan kekagumanku menjadi rasa suka apalagi rasa cinta. Jadikanlah kekaguman ini seperti orang lain yang kagum padanya.

Engkaulah yang Maha membolak-balikkan hati, maka ku titipkan rasa ini dan ku serahkan semuanya pada-MU.
Karena semua ini adalah milik-Mu.

Aamiin yaa Rabbal Aalamiin


YANG AKU INGIN ...


Kala cinta menyapa dengan kondisi diri belum siap menyambutnya, yang ada hanyalah keresahan. Kala cinta menyapa dengan bahagia yang ditawarkannya, yang ada hanyalah kebimbangan.
Malam ini, purnama tersenyum dengan putih cahayanya, membuat diri ini merasa tak sendiri dalam kelam dan pekatnya malam. Bintang pun berkelap kelip menambah pesona dan keanggunan langit malam.

Rabb, mengapa Kau titipkan sebuah rasa untuknya dalam hatiku yang lemah tanpa daya?
Rabb, mengapa Kau hadirkan bayang dirinya dalam relung-relung jiwaku yang rapuh?
Rabb, mengapa Kau selipkan getaran sayang di setiap kata yang terucap dari bibir kelu?
Rabb, mengapa Kau lantunkan senandung cinta dalam bisikan hati yang masih ingin terbang bebas?

Kurangkum satu demi satu perasaan itu, kurajut hingga ia menyatu. Kucoba pahami makna dibalik sikap dan perilakunya, kucoba berkelana menembus maksud hatinya.
Rabb, Kau Maha Tahu. Bahwa pesonanya membelenggu kalbuku, bahwa hadirnya menghilangkan rinduku. Bahwa sapanya merekahkan senyumku, bahwa setiap katanya menancap dalam samudera hatiku.

Rabb, Kau Maha Tahu. Jika bukan dia sang pemilik tulang rusuk ini, kikislah pesonanya dari pelupuk mataku. Jika bukan dia pangeran dengan kencana keridhaan-Mu, hapus bayangannya dari ingatanku. Jika bukan dia nahkoda dalam perahu kehidupanku, bawa pergi dia jauh dari dermaga hatiku.
Yang ku inginkan hanyalah cinta-Mu, Ya Rabbi....


#Copas from http://menjemputsenyumanpelangi.blogspot.com/

JIKA PENANTIAN INI ADALAH SUATU UJIAN ...


Jika penantian ini adalah suatu ujian untukku, maka kuatlahlah diriku..!! 
Jika penantian ini adalah penguji keteguhan, maka teguhkanlah diriku..!! 
Jika penantian ini adalah sebuah kebahagiaan yang ditunda, maka yakinkanlah akan hal itu untukku..!! 
Jika penantian ini adalah pintu untuk meraih ridho, maka perjelaslah alur langkahku..!! 
Jika penantian ini adalah sebuah kerinduan, maka tanamkanlah kerinduan ini dalam hatiku. 
Dan jika penantian ini adalah waktu yang panjang, maka sampaikanlah diriku padanya..!!

Butuh pengorbanan yang sangat besar untuk mendapatkan apa yang diinginkan.. Atau bahkan waktu yang cukup lama... Tapi kekonsistenan kita untuk meraih apa yang kita inginkan merupakan sebuah tanggung jawab atas pilihan yang telah kita tentukan.

Ya Allah…. maka tetapkanlah diriku selalu dalam harapan. Harapan untuk terus berada dalam keimanan yang kuat saat bertemu dengannya diwaktu yang ditentukan nanti. Karena keimanan tidak hanya diucapkan. Karena ketabahan menghadapi cobaan sebagai penguji sabar diri dan ketakwaan. Sabarkanlah diri dalam indahnya penantian ini. Menanti saat bermesraan yang dimotori oleh ikhtiar maksimal untuk lebih baik dari sebelumnya. Tuluskan penantian untuk dirinya. Agar menjadi indah dimasa penantian.


#Copas from http://menjemputsenyumanpelangi.blogspot.com/